Candi Dwarawati

📢Bantu kami menyempurnakan informasi tentang candi ijo dengan menjadi kontributor jelajahnegeri.com. Klaim destinasi wisata ini dan tambahkan gambar serta video anda
Candi & Situs Sejarah Jawa Tengah Buka

Candi Dwarawati merupakan salah satu dari peninggalan purbakala di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara

Candi Dwarawati adalah salah satu candi Dieng yang lokasinya terpisah dari kelompok candi lainnya, berdiri di sebidang tanah yang posisinya lebih tinggi di area pertanian kentang, tepatnya di ujung Desa Dieng Kulon. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melewati rumah-rumah penduduk sebelum tiba di lokasi candi yang dikelilingi pagar pembatas besi.

Candi ini memiliki bentuk catur muka (empat sisi pintu) dengan pintu masuk yang menjorok keluar dan dihiasi ukiran kala — candi Dwarawati menghadap ke arah terbenamnya matahari, menjadikannya satu dari empat candi dalam Kelompok Dwarawati, meski hanya candi ini yang relatif utuh.

Bentuk Catur Muka

Memiliki empat sisi pintu (catur muka) dengan ukiran kala yang khas, menghadap arah terbenamnya matahari.

Sejarah

Sejarah dan Penamaan

Candi Dwarawati diperkirakan dibangun bersamaan dengan candi-candi Dieng lainnya pada masa kejayaan Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Uniknya, jika sebagian besar candi di Dieng dinamai berdasarkan tokoh-tokoh pewayangan Jawa (seperti Arjuna, Bima, Gatotkaca), nama Dwarawati diambil dari kata Dwaraka atau Dwaravati, yaitu nama kerajaan suci yang dipimpin oleh Prabu Kresna dalam wiracarita Mahabharata. Nama ini menyiratkan simbol kesucian, perlindungan, dan kedamaian spiritual.

Arsitektur dan Struktur Bangunan

Secara arsitektural, Candi Dwarawati memiliki kemiripan bentuk dengan Candi Sembadra. Candi ini menghadap ke arah Barat dengan denah dasar berbentuk empat persegi panjang yang berukuran:

  • Panjang: 5 meter

  • Lebar: 4 meter

  • Tinggi saat ini: 6 meter

Bangunan candi dilengkapi dengan penampil (bagian yang menonjol keluar) di setiap sisinya. Pada dinding bagian luar maupun bagian dalam bilik candi, terdapat relung-relung yang dahulunya berfungsi sebagai tempat meletakkan arca dewa. Sayangnya, bagian atap atau puncak candi ini telah runtuh, sehingga bentuk utuh bagian atasnya tidak dapat diketahui secara mendetail sejak pertama kali ditemukan kembali pada masa kolonial Belanda.

Situs di Sekitarnya

Dahulu kala, Candi Dwarawati tidak berdiri sendirian. Di sekitar area ini sebenarnya terdapat tiga candi lain yang membentuk satu kelompok, yaitu Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari. Namun, akibat faktor usia, cuaca ekstrem Dieng, dan kurangnya pelestarian di masa lalu, ketiga candi pendamping tersebut kini telah runtuh seluruhnya dan hanya menyisakan Candi Dwarawati sebagai satu-satunya bangunan yang bertahan tegak di lereng bukit tersebut.

Daya Tarik

Lokasinya yang tersembunyi di tengah perkebunan kentang dan rumah penduduk memberikan pengalaman eksplorasi yang lebih personal dibanding kompleks Arjuna yang ramai.

Keunikan

Bentuk catur muka dengan empat sisi pintu yang menjorok keluar, sebuah variasi arsitektur unik dibanding candi Dieng lainnya.

Lokasi & Akses

📍 Wonosobo 🚗 3-3,5 jam dari pusat Kota Yogyakarta (±105 km)

Ujung Desa Dieng Kulon, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah

📍 Buka di Google Maps ↗

Cara Menuju Lokasi

Mobil Pribadi
Perlu melewati rumah-rumah penduduk di ujung Desa Dieng Kulon untuk mencapai lokasi candi.

Jam Operasional & Tiket

Estimasi Durasi Kunjungan

⏱️ 20-30 menit Musim Kemarau
HariJam BukaJam Tutup
Setiap Hari Hari ini 24 Jam -
KategoriHarga
Tiket Terpadu Kawasan Dieng Gratis

Fasilitas & Aktivitas

Fasilitas

Area Parkir
Solo Traveler 🧒 Ramah Anak

🏛️ Cagar Budaya & Sejarah

Tahun Dibangun
Abad 8-9
Era / Periode
Dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno
Dinasti
Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno
Status Cagar Budaya
Cagar Budaya Nasional
🏗️ Candi Dwarawati memiliki kemiripan bentuk dengan Candi Sembadra

Tips Berkunjung

  • Kunjungi sore hari karena candi menghadap arah terbenamnya matahari, cocok untuk foto golden hour.

Informasi Tiket

Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.

Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *