Candi Dwarawati merupakan salah satu dari peninggalan purbakala di Dataran Tinggi Dieng, tepatnya berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara
Candi Dwarawati adalah salah satu candi Dieng yang lokasinya terpisah dari kelompok candi lainnya, berdiri di sebidang tanah yang posisinya lebih tinggi di area pertanian kentang, tepatnya di ujung Desa Dieng Kulon. Untuk mencapainya, pengunjung perlu melewati rumah-rumah penduduk sebelum tiba di lokasi candi yang dikelilingi pagar pembatas besi.
Candi ini memiliki bentuk catur muka (empat sisi pintu) dengan pintu masuk yang menjorok keluar dan dihiasi ukiran kala — candi Dwarawati menghadap ke arah terbenamnya matahari, menjadikannya satu dari empat candi dalam Kelompok Dwarawati, meski hanya candi ini yang relatif utuh.
Bentuk Catur Muka
Memiliki empat sisi pintu (catur muka) dengan ukiran kala yang khas, menghadap arah terbenamnya matahari.
Sejarah
Sejarah dan Penamaan
Candi Dwarawati diperkirakan dibangun bersamaan dengan candi-candi Dieng lainnya pada masa kejayaan Dinasti Sanjaya dari Kerajaan Mataram Kuno. Uniknya, jika sebagian besar candi di Dieng dinamai berdasarkan tokoh-tokoh pewayangan Jawa (seperti Arjuna, Bima, Gatotkaca), nama Dwarawati diambil dari kata Dwaraka atau Dwaravati, yaitu nama kerajaan suci yang dipimpin oleh Prabu Kresna dalam wiracarita Mahabharata. Nama ini menyiratkan simbol kesucian, perlindungan, dan kedamaian spiritual.
Arsitektur dan Struktur Bangunan
Secara arsitektural, Candi Dwarawati memiliki kemiripan bentuk dengan Candi Sembadra. Candi ini menghadap ke arah Barat dengan denah dasar berbentuk empat persegi panjang yang berukuran:
-
Panjang: 5 meter
-
Lebar: 4 meter
-
Tinggi saat ini: 6 meter
Bangunan candi dilengkapi dengan penampil (bagian yang menonjol keluar) di setiap sisinya. Pada dinding bagian luar maupun bagian dalam bilik candi, terdapat relung-relung yang dahulunya berfungsi sebagai tempat meletakkan arca dewa. Sayangnya, bagian atap atau puncak candi ini telah runtuh, sehingga bentuk utuh bagian atasnya tidak dapat diketahui secara mendetail sejak pertama kali ditemukan kembali pada masa kolonial Belanda.
Situs di Sekitarnya
Dahulu kala, Candi Dwarawati tidak berdiri sendirian. Di sekitar area ini sebenarnya terdapat tiga candi lain yang membentuk satu kelompok, yaitu Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari. Namun, akibat faktor usia, cuaca ekstrem Dieng, dan kurangnya pelestarian di masa lalu, ketiga candi pendamping tersebut kini telah runtuh seluruhnya dan hanya menyisakan Candi Dwarawati sebagai satu-satunya bangunan yang bertahan tegak di lereng bukit tersebut.
Daya Tarik
Lokasinya yang tersembunyi di tengah perkebunan kentang dan rumah penduduk memberikan pengalaman eksplorasi yang lebih personal dibanding kompleks Arjuna yang ramai.
Keunikan
Bentuk catur muka dengan empat sisi pintu yang menjorok keluar, sebuah variasi arsitektur unik dibanding candi Dieng lainnya.
Lokasi & Akses
Ujung Desa Dieng Kulon, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 24 Jam | - |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket Terpadu Kawasan Dieng | Gratis |
Fasilitas & Aktivitas
Fasilitas
🏛️ Cagar Budaya & Sejarah
Tips Berkunjung
- ✅Kunjungi sore hari karena candi menghadap arah terbenamnya matahari, cocok untuk foto golden hour.
Sumber Referensi
Destinasi Terdekat
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.