Air terjun unik dengan enam tingkatan dari bekas dam penahan lava Merapi tahun 1975, kini jadi spot foto instagramable favorit.
Grojogan Watu Purbo berlokasi di Dukuh Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Keunikan utamanya adalah memiliki enam tingkatan air terjun yang sebenarnya berasal dari struktur dam/sabo penahan lava Gunung Merapi yang dibangun pasca-erupsi tahun 1975. Nama ‘Watu Purbo’ diambil dari batuan-batuan tua (purba) di kanan-kiri air terjun yang menambah kesan eksotis.
Karena strukturnya yang bertingkat dan latar batuan tua, lokasi ini menjadi favorit untuk hunting foto instagramable. Akses menuju lokasi cukup mudah lewat Jalan Magelang hingga lampu merah Tempel, lalu masuk ke Gapura Desa Merdikorejo mengikuti rambu petunjuk.
Enam Tingkatan dari Bekas Dam Lava
Strukturnya berasal dari dam/sabo penahan lava Gunung Merapi pasca-erupsi 1975, kini berfungsi sebagai air terjun bertingkat.
Batuan Tua Khas 'Watu Purbo'
Dikelilingi batuan-batuan tua di kanan-kiri air terjun yang menambah kesan eksotis dan menjadi asal nama lokasi.
Spot Foto Instagramable
Struktur bertingkat dan latar batuan tua menjadikannya salah satu spot foto favorit di Sleman.
Video
Sejarah
Grojogan Watu Purbo tidak terbentuk secara alami sejak awal, melainkan merupakan hasil perpaduan antara rekayasa teknik sipil dan proses alam selama puluhan tahun.
Setelah beberapa kali erupsi besar Gunung Merapi, khususnya erupsi tahun 2010, Sungai Krasak membawa material vulkanik dalam jumlah sangat besar berupa pasir, batu, dan lahar dingin. Untuk mengurangi ancaman banjir lahar yang dapat merusak kawasan hilir, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai membangun sejumlah sabo dam secara bertingkat.
Seiring waktu, aliran air yang terus-menerus melewati bendung tersebut menghasilkan efek visual berupa air terjun bertingkat. Masyarakat sekitar kemudian melihat potensi wisata dari lanskap unik tersebut. Area yang sebelumnya hanya dikenal sebagai infrastruktur pengendali lahar mulai ditata dengan jalur pejalan kaki, area pandang, tempat parkir, serta fasilitas sederhana bagi pengunjung.
Nama “Watu Purbo” sendiri berasal dari bahasa Jawa, di mana watu berarti batu, sedangkan purbo bermakna purba atau kuno. Nama tersebut menggambarkan kesan bebatuan vulkanik besar yang mendominasi kawasan ini.
Kini Grojogan Watu Purbo menjadi contoh bagaimana infrastruktur mitigasi bencana dapat berkembang menjadi destinasi wisata berbasis edukasi geologi dan konservasi alam.
Tinggi Air Terjun
Karena berupa bendung bertingkat, tidak terdapat satu air terjun utama.
Perkiraan:
- Tinggi total rangkaian sekitar 25–30 meter
- Terdiri dari 6 tingkat bendung
- Tinggi masing-masing bendung sekitar 3–5 meter
Debit Air
Debit sangat bergantung pada musim.
- Musim hujan: deras
- Musim kemarau: sedang hingga relatif kecil
- Setelah hujan di kawasan Merapi debit dapat meningkat cukup cepat.
Karena berasal dari Sungai Krasak, kondisi air dapat berubah mengikuti aktivitas vulkanik maupun curah hujan.
Kedalaman
Kolam di bawah bendung tidak dirancang untuk aktivitas berenang.
Perkiraan:
- Kedalaman rata-rata 0,5–2 meter
- Beberapa titik lebih dalam akibat gerusan aliran.
Tidak disarankan berenang karena dasar sungai dipenuhi batu besar dan arus dapat berubah secara tiba-tiba.
Luas Area Wisata
Area wisata yang dapat dijelajahi diperkirakan sekitar 2–3 hektare, meliputi:
- area parkir
- gardu pandang
- jalur pejalan kaki
- bantaran sungai
- spot foto
- area istirahat
Waktu Terbaik Berkunjung
Paling direkomendasikan:
- Pukul 07.00–10.00 WIB
- Pukul 15.30–17.30 WIB
Musim terbaik:
- Awal musim hujan
- Akhir musim hujan
Pada waktu tersebut debit air biasanya cukup baik tanpa terlalu keruh.
Daya Tarik
1. Air Terjun Bertingkat yang Unik
Enam bendung membentuk panorama menyerupai air terjun raksasa yang jarang ditemui di Indonesia.
2. Latar Gunung Merapi
Saat cuaca cerah, Gunung Merapi terlihat megah di kejauhan sehingga menghasilkan panorama yang sangat menarik untuk fotografi.
3. Sungai Berbatu Vulkanik
Bebatuan hasil aktivitas Merapi menghadirkan karakter alam yang khas.
4. Spot Fotografi
Tempat ini menjadi favorit fotografer landscape, prewedding, hingga pembuat konten.
5. Edukasi Mitigasi Bencana
Pengunjung dapat memahami fungsi sabo dam dalam mengendalikan aliran lahar dari Gunung Merapi.
Keunikan
Beberapa hal yang membuat Grojogan Watu Purbo berbeda dari air terjun lainnya:
- Air terjun berasal dari bangunan sabo dam.
- Memiliki enam tingkatan bendung yang tersusun simetris.
- Menjadi perpaduan wisata alam dan infrastruktur mitigasi bencana.
- Menggunakan aliran Sungai Krasak yang berhulu di Merapi.
- Panorama berubah mengikuti musim.
- Sangat fotogenik dari berbagai sudut.
Lokasi & Akses
Dukuh Bangunrejo, Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 08:00 | 17:00 |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket Masuk | Gratis |
Biaya Tambahan
- Parkir Sepeda — Rp2.000
- Parkir Motor — Rp5.000
- Parkir Mobil — Rp10.000
- Parkir Bus Kecil — Rp20.000
- Parkir Bus Besar — Rp50.000
Fasilitas & Aktivitas
Fasilitas
Aktivitas
Kontak
Pengelola: Pemerintah Kalurahan Bangunkerto bersama kelompok masyarakat setempat
Tips Berkunjung
- ✅Datang pagi atau sore hari untuk pencahayaan foto terbaik di antara tingkatan-tingkatan air terjun.
- ✅Cocok untuk rombongan besar karena tersedia tarif parkir khusus bus.
FAQ
Apakah ini air terjun alami?
Strukturnya berasal dari dam/sabo buatan untuk menahan lava Gunung Merapi pasca-erupsi 1975, kemudian berkembang menjadi destinasi wisata yang menyerupai air terjun alami bertingkat.
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.