Desa konservasi Hutan Adat Wonosadi di Ngawen, dengan kesenian langka Rinding Gumbeng dan upacara adat Jawa.
Desa Wisata Wonosadi terletak di dua wilayah yaitu Dusun Duren dan Dusun Sidorejo, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, sekitar 35 km ke arah utara dari Kota Wonosari. Desa ini dikenal berhasil melakukan konservasi alam dengan merawat kealamian Hutan Wonosadi, sehingga daerah sekitarnya tidak pernah kekurangan air seperti daerah Gunungkidul pada umumnya yang terkenal sulit air.
Selain konservasi hutan, masyarakat Wonosadi masih memelihara nilai budaya dan upacara adat warisan leluhur seperti Rasulan, Mboyong Dewi Sri, Mitoni, Ruwatan, dan kesenian musik Rinding Gumbeng — alat musik tiup bambu langka yang menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang sederhana namun pekerja keras dan menjaga alam.
Hutan Adat Wonosadi
Kawasan hutan lindung yang terawat baik sehingga daerah sekitarnya tidak pernah kekurangan air.
Kesenian Rinding Gumbeng
Alat musik tiup bambu langka yang menjadi warisan budaya khas Wonosadi.
Watu Gedhong & Sendang Karang Tengah
Lokasi-lokasi bernilai rohani yang masih digunakan untuk upacara adat warga.
Sejarah
Wonosadi dikenal sebagai desa yang berhasil dalam konservasi alam dengan merawat kealamian hutan adatnya secara turun-temurun, sembari tetap melestarikan kesenian dan upacara adat leluhur Jawa.
Daya Tarik
Hutan lindung yang sangat lestari dipadukan kesenian musik bambu langka yang hampir punah di tempat lain.
Keunikan
Salah satu sedikit tempat di Jawa yang masih melestarikan kesenian Rinding Gumbeng secara aktif sebagai bagian dari kehidupan desa.
Lokasi & Akses
Dusun Duren dan Sidorejo, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 08:00 | 16:00 |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket Masuk | Rp0 |
Biaya Tambahan
- Penginapan — Rp0
Fasilitas & Aktivitas
Tips Berkunjung
- ✅Tanyakan jadwal upacara adat seperti Rasulan atau Ruwatan ke pengelola jika ingin menyaksikan langsung.
- ✅Beli kerajinan bambu khas warga sebagai oleh-oleh sekaligus mendukung ekonomi desa.
FAQ
Apa itu Rinding Gumbeng?
Rinding Gumbeng adalah kesenian musik tradisional menggunakan alat tiup bambu yang menggambarkan kehidupan masyarakat desa, biasanya dimainkan saat musim panen pertama.
Sumber Referensi
Destinasi Terdekat
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.