Stasiun kereta api tertua dan tersibuk di Yogyakarta sejak 1887, bergaya Art Deco — masih aktif melayani penumpang hingga kini.
Stasiun Tugu dibangun oleh perusahaan kereta api pemerintah kolonial Staatspoorwegen (SS) dan mulai beroperasi untuk umum pada 12 Mei 1887, melayani jalur Yogyakarta-Cilacap untuk mengangkut hasil perkebunan pascaperang Jawa (1825-1830). Bangunan ini mengalami dua kali renovasi besar — pada 1925 dengan penambahan delapan tiang persegi di entrance hall, dan 1927 saat fasad diubah dari gaya Neoklasik menjadi Art Deco yang masih terlihat hingga kini.
Stasiun ini menjadi saksi banyak peristiwa penting, termasuk keberangkatan kereta luar biasa yang membawa Presiden Soekarno memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta pada 3-4 Januari 1946. Kini Stasiun Tugu tetap berfungsi sebagai stasiun kelas besar tipe A yang melayani kereta antarkota dan bandara, menjadikannya salah satu ‘living monument’ aktif di jantung Kota Yogyakarta.
Living Monument
Salah satu bangunan cagar budaya di Yogyakarta yang masih berfungsi penuh sesuai peruntukan aslinya sejak 1887.
Saksi Perpindahan Ibu Kota RI
Titik kedatangan Presiden Soekarno saat Ibu Kota RI dipindahkan ke Yogyakarta pada 4 Januari 1946.
Arsitektur Art Deco
Fasad depan bergaya Art Deco hasil renovasi 1927, dengan garis geometris dan lubang roster khas gaya modern awal abad ke-20.
Video
Sejarah
Mulai beroperasi 12 Mei 1887 oleh Staatspoorwegen (SS), 15 tahun setelah Stasiun Lempuyangan. Direnovasi 1925 dan 1927 hingga fasadnya berubah dari gaya Neoklasik menjadi Art Deco seperti sekarang.
Daya Tarik
Fasad Art Deco ikonik dengan pintu masuk menghadap Jl. Margo Utomo, ruang tunggu Anggrek Executive Lounge di pendopo belakang stasiun, serta suasana khas stasiun tua yang masih ramai penumpang.
Keunikan
Salah satu stasiun tertua di Indonesia yang tetap menjadi stasiun utama kota besar hingga hari ini, bukan sekadar bangunan bersejarah yang dialihfungsikan menjadi museum.
Lokasi & Akses
Jl. Margo Utomo/Jl. Pasar Kembang, Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 24 Jam | - |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Akses area publik/lobi | Gratis |
Biaya Tambahan
- Tiket peron (jika ingin masuk area peron tanpa naik kereta) — Rp0
Fasilitas & Aktivitas
Tips Berkunjung
- ✅Area lobi dan fasad depan stasiun bisa diakses bebas untuk berfoto, tanpa perlu tiket kereta.
- ✅Cari bakpia kukus khas Tugu Jogja di sekitar area luar stasiun sebagai oleh-oleh.
FAQ
Apakah bisa masuk ke area peron tanpa naik kereta?
Umumnya area peron memerlukan tiket kereta atau tiket peron khusus — area publik seperti lobi dan hall depan yang bisa diakses bebas untuk berfoto.
Sumber Referensi
Destinasi Terdekat
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.