Air Terjun Lepo menawarkan tiga tingkat air terjun yang membentuk empat kolam alami dengan air jernih berwarna hijau kebiruan, dan formasi batuan kapur berundak
Air Terjun Lepo (Grojogan Lepo, juga disebut Ledok Pokoh) berlokasi di Dusun Pokoh, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Dibuka untuk wisata umum oleh Pokdarwis setempat sejak tahun 2013, air terjun ini sering dibandingkan dengan Erawan Falls di Thailand karena memiliki tiga tingkat air terjun dengan empat kolam alami yang bisa digunakan untuk berenang.
Tingkat pertama tingginya sekitar 1 meter dengan kolam kedalaman 1-1,5 meter, cocok untuk berendam santai. Tingkat kedua jauh lebih tinggi, sekitar 10 meter, dengan air yang mengalir melebar membentuk tirai kecil akibat pengendapan kapur, dan kolam memanjang 30 meter berkedalaman sekitar 1 meter. Tingkat ketiga memiliki ketinggian serupa tingkat kedua dengan kolam terdalam mencapai 2 meter, menjadi favorit untuk berenang bagi pengunjung dewasa yang sudah mahir.
Tiga Tingkat, Empat Kolam
Memiliki tiga tingkat air terjun dengan total empat kolam alami berbeda kedalaman, dari 1 hingga 2 meter.
Mirip Erawan Falls Thailand
Sering dibandingkan dengan air terjun terkenal di Thailand karena struktur bertingkat dan kolam-kolam alaminya.
Dikelola Pokdarwis
Resmi dibuka untuk umum oleh kelompok sadar wisata setempat, salah satu wisata air tertua yang dikelola komunitas di Dlingo (sejak tahun 2013).
Video
Sejarah
Sejarah Air Terjun Lepo lebih banyak berkaitan dengan perkembangan masyarakat lokal daripada sejarah panjang seperti situs budaya atau candi. Dahulu, air terjun ini bukanlah objek wisata, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari warga Dusun Pokoh.
Sejarah Air Terjun Lepo
Air Terjun Lepo berada di Dusun Pokoh I, Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul. Sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, kawasan ini merupakan sumber air alami yang dimanfaatkan masyarakat untuk mandi, mencuci pakaian, serta memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Aliran airnya yang jernih dan kolam-kolam alami menjadikan lokasi ini sebagai tempat berkumpul warga, terutama pada sore hari.
Nama “Lepo” merupakan singkatan dari Ledok Pokoh. Dalam bahasa Jawa, ledok berarti lembah atau dataran yang lebih rendah, sedangkan Pokoh adalah nama dusun tempat air terjun berada. Seiring waktu, masyarakat menyebut kawasan ini dengan nama “Lepo” agar lebih ringkas dan mudah diingat.
Memasuki awal tahun 2010-an, kebutuhan air bersih masyarakat mulai dipenuhi melalui jaringan PDAM sehingga fungsi air terjun sebagai tempat mandi dan mencuci perlahan berkurang. Warga kemudian melihat potensi keindahan alam kawasan tersebut untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat. Melalui kerja bakti, akses jalan diperbaiki, jalur menuju air terjun dibersihkan, dan fasilitas sederhana mulai dibangun.
Air Terjun Lepo resmi mulai dibuka untuk umum sekitar tahun 2013. Keunikannya berupa tiga tingkatan air terjun dengan empat kolam alami yang terbentuk di antara batuan kapur segera menarik perhatian wisatawan. Popularitasnya meningkat pesat berkat promosi dari mulut ke mulut dan media sosial, hingga menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di kawasan Dlingo bersama sejumlah objek wisata lain di sekitarnya.
Ringkasan sejarah
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| Sebelum 2013 | Dimanfaatkan warga sebagai tempat mandi, mencuci, dan sumber air alami. |
| Awal 2010-an | Fungsi sebagai tempat mandi mulai berkurang setelah tersedianya jaringan air bersih (PDAM). |
| 2013 | Dibuka sebagai destinasi wisata alam berbasis masyarakat. |
| 2014–sekarang | Berkembang menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di kawasan Dlingo berkat keunikan air terjun bertingkat dan kolam alami. |
Daya Tarik
Daya tarik utama Air Terjun Lepo bukan terletak pada ketinggian air terjunnya, melainkan pada keunikan bentuk, kolam alami, dan suasana alamnya. Dibandingkan banyak air terjun lain di Yogyakarta yang hanya memiliki satu kolam utama, Lepo menawarkan pengalaman yang lebih beragam dalam area yang relatif kecil.
Daya Tarik Air Terjun Lepo
1. Air terjun bertingkat yang unik
Air Terjun Lepo memiliki tiga tingkatan air terjun yang membentuk empat kolam alami. Setiap tingkat memiliki karakter dan kedalaman yang berbeda sehingga pengunjung dapat memilih area untuk sekadar merendam kaki, bermain air, atau berenang. Keunikan inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Lepo. (Traveloka)
2. Kolam alami dengan air jernih
Airnya terkenal sangat jernih dengan gradasi warna hijau kebiruan, terutama saat cuaca cerah. Dasar kolam masih terlihat pada bagian yang dangkal sehingga memberikan kesan alami dan menyegarkan. Air yang mengalir berasal dari mata air di kawasan perbukitan Dlingo sehingga relatif bersih sepanjang tahun. (Traveloka)
3. Formasi batu kapur berundak
Salah satu daya tarik visualnya adalah batuan kapur yang membentuk undakan alami. Formasi batu ini menciptakan lanskap yang berbeda dengan air terjun bertebing tinggi, sekaligus menjadi latar favorit untuk fotografi alam. (Traveloka)
4. Suasana alami dan tenang
Lokasinya berada di lembah yang dikelilingi pepohonan rindang. Suara gemericik air, udara yang sejuk, dan jauh dari keramaian kota menjadikannya tempat yang cocok untuk relaksasi, piknik, atau menikmati alam. (Traveloka)
5. Cocok untuk berenang dan bermain air
Tidak semua air terjun aman untuk berenang, tetapi Air Terjun Lepo memiliki beberapa kolam dengan kedalaman yang bervariasi, mulai sekitar 30 cm hingga sekitar 2 meter. Hal ini membuatnya cocok dikunjungi keluarga maupun wisatawan yang ingin menikmati kesegaran air secara langsung. (Traveloka)
6. Spot fotografi yang fotogenik
Perpaduan air terjun bertingkat, batuan kapur, kolam berwarna hijau kebiruan, dan vegetasi alami menghasilkan banyak sudut foto yang menarik. Air Terjun Lepo sering menjadi lokasi fotografi alam maupun konten media sosial. (Traveloka)
7. Akses yang relatif mudah
Meskipun berada di kawasan perbukitan Dlingo, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 5–10 menit dari area parkir. Jalurnya cukup pendek sehingga destinasi ini dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. (Yogyakarta Tourism)
Ringkasan daya tarik
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Keunikan utama | Air terjun 3 tingkat dengan 4 kolam alami |
| Karakter air | Jernih, hijau kebiruan, menyegarkan |
| Formasi geologi | Batuan kapur berundak alami |
| Aktivitas favorit | Berenang, bermain air, fotografi, relaksasi |
| Suasana | Asri, sejuk, tenang |
| Tingkat akses | Mudah–sedang, trekking singkat |
Keunikan
Salah satu dari sedikit air terjun di DIY dengan struktur tiga tingkat dan empat kolam berbeda kedalaman dalam satu lokasi, memberikan pilihan sesuai kemampuan berenang pengunjung.
Lokasi & Akses
Dusun Pokoh, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 06:00 | 17:00 |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket Masuk | Rp5.000 |
Biaya Tambahan
- Parkir Motor — Rp3.000
- Parkir Mobil — Rp5.000
Fasilitas & Aktivitas
Fasilitas
Aktivitas
💧 Info Perairan
Kontak
Pengelola: Pokdarwis
Tips Berkunjung
- ✅Gunakan kendaraan dalam kondisi prima karena jalan menuju lokasi sempit dan banyak tikungan.
- ✅Rombongan besar dengan bus sebaiknya menyewa kendaraan kecil setibanya di Kecamatan Dlingo.
- ✅Kolam tingkat ketiga (terdalam) disarankan hanya untuk yang sudah mahir berenang.
FAQ
Di mana lokasi Air Terjun Lepo?
Air Terjun Lepo berada di Dusun Pokoh I, Kalurahan Dlingo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasinya dapat ditempuh sekitar 45–60 menit berkendara dari pusat Kota Yogyakarta.
Berapa harga tiket masuk Air Terjun Lepo?
Air Terjun Lepo umumnya menerapkan tiket masuk yang sangat terjangkau. Besaran tiket dapat berubah sesuai kebijakan pengelola, sehingga disarankan memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung.
Apa yang menjadi daya tarik Air Terjun Lepo?
Daya tarik utamanya adalah tiga tingkat air terjun yang membentuk empat kolam alami dengan air jernih, formasi batuan kapur yang unik, suasana alam yang asri, serta area yang cocok untuk berenang dan bermain air.
Berapa tinggi Air Terjun Lepo?
Tinggi air terjun diperkirakan sekitar 5–8 meter. Meskipun tidak terlalu tinggi, Air Terjun Lepo terkenal karena bentuknya yang bertingkat dan kolam-kolam alaminya.
Apakah pengunjung dibolehkan berenang?
Ya. Pengunjung diperbolehkan berenang di kolam alami. Namun, tetap berhati-hati karena beberapa bagian kolam memiliki kedalaman hingga sekitar 2 meter dan bebatuan dapat menjadi licin.
Kapan waktu terbaik mengunjungi Air Terjun Lepo?
Waktu terbaik adalah pada musim hujan hingga awal musim kemarau ketika debit air cukup deras tetapi masih aman untuk dinikmati. Datang pada pagi hari juga memberikan suasana yang lebih sejuk dan tidak terlalu ramai.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menikmati Air Terjun Lepo?
Sebagian besar wisatawan menghabiskan waktu sekitar 1–3 jam untuk berenang, bermain air, berfoto, dan menikmati suasana alam.
Apakah akses menuju Air Terjun Lepo sulit?
Tidak. Dari area parkir, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 5–10 menit melalui jalan setapak dan beberapa anak tangga. Jalurnya relatif mudah, tetapi perlu berhati-hati saat musim hujan karena permukaan batu dapat menjadi licin.
Apakah Air Terjun Lepo cocok untuk anak-anak?
Cocok, terutama di kolam yang dangkal. Meski demikian, anak-anak tetap harus berada dalam pengawasan orang dewasa, terutama di area kolam yang lebih dalam dan berbatu.
Fasilitas apa saja yang tersedia di Air Terjun Lepo?
Fasilitas yang tersedia umumnya meliputi area parkir, toilet, kamar bilas, gazebo atau tempat istirahat, warung makan dan minuman, serta beberapa spot untuk berfoto.
Destinasi Terkait
Sumber Referensi
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.