Kotagede

Kawasan & Bangunan Heritage Wisata Budaya & Sejarah DI Yogyakarta Tutup

Bekas ibu kota pertama Kesultanan Mataram Islam abad ke-16 — kawasan cagar budaya dengan sentra kerajinan perak, rumah Kalang, dan Masjid Gedhe Mataram.

Kotagede adalah cikal bakal Kota Yogyakarta modern — kawasan ini menjadi ibu kota pertama Kesultanan Mataram Islam sejak akhir abad ke-16, didirikan Ki Ageng Pamanahan dan putranya Panembahan Senopati di atas hutan Mentaok yang dihadiahkan Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Sesuai Keputusan Gubernur DIY No. 186/KEP/2011, kawasan ini resmi berstatus Kawasan Cagar Budaya.

Sejak masa kerajaan, Kotagede dikenal sebagai pusat kerajinan perak, emas, dan tembaga untuk kebutuhan keraton. Warisan ini masih hidup lewat deretan bengkel dan showroom perak di Jl. Kemasan dan Mondorakan. Selain itu, kawasan ini menyimpan Masjid Gedhe Mataram, makam raja-raja awal Mataram, reruntuhan Benteng Cepuri, serta deretan Rumah Kalang bergaya art deco peninggalan keluarga saudagar emas dan permata.

Sentra Kerajinan Perak

Jl. Kemasan dan Mondorakan dipenuhi bengkel dan showroom perak yang bisa dikunjungi langsung untuk melihat proses pembuatannya.

Masjid Gedhe Mataram

Masjid kerajaan tertua di kompleks ini, dikelilingi makam raja-raja awal Mataram dan pohon-pohon besar berusia ratusan tahun.

Rumah Kalang

Deretan rumah bergaya art deco perpaduan Jawa-Indis milik keluarga saudagar Kalang, sebagian sudah berstatus cagar budaya.

Video

Sejarah

Menjadi ibu kota pertama Kesultanan Mataram Islam sejak akhir abad ke-16, didirikan Ki Ageng Pamanahan dan Panembahan Senopati di hutan Mentaok hadiah Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Berstatus Kawasan Cagar Budaya sejak Keputusan Gubernur DIY No. 186/KEP/2011.

Daya Tarik

Gang-gang sempit diapit tembok tinggi, rumah tradisional Jawa berpadu arsitektur Kolonial dan Tionghoa, Pasar Legi Kotagede yang sudah ada sejak era Panembahan Senopati, serta kuliner khas kipo dan roti kembang waru.

Keunikan

Satu-satunya kawasan di Yogyakarta yang menjadi ‘museum hidup’ — warga masih menghuni rumah-rumah bersejarah dan menjalankan kerajinan perak turun-temurun, bukan situs kosong yang dilestarikan sebagai monumen mati.

Lokasi & Akses

📍 Kota Yogyakarta 🚗 20-25 menit dari Malioboro

Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (berbatasan dengan Kabupaten Bantul)

📍 Buka di Google Maps ↗

Cara Menuju Lokasi

Mobil Pribadi
Sekitar 7 km atau 20-25 menit berkendara dari Malioboro ke arah tenggara.

Jam Operasional & Tiket

Estimasi Durasi Kunjungan

⏱️ 2-3 jam Sepanjang Tahun
HariJam BukaJam Tutup
Setiap Hari Hari ini 06:00 18:00
KategoriHarga
Akses kawasan Gratis

Biaya Tambahan

  • Sewa sepeda untuk keliling kawasan (opsional) — Rp25.000

Fasilitas & Aktivitas

KeluargaPasanganRombongan/Grup 🧒 Ramah Anak

Tips Berkunjung

  • Jelajahi dengan berjalan kaki atau sepeda agar bisa masuk ke gang-gang sempit yang jadi ciri khas arsitektur Kotagede.
  • Mampir ke Pasar Legi Kotagede pagi hari untuk suasana pasar tradisional paling otentik.
  • Kunjungi Museum Kotagede (tiket gratis, disarankan reservasi) untuk pengantar sejarah kawasan sebelum menjelajah sendiri.

FAQ

Apakah wajib pakai pemandu di Kotagede?

Tidak wajib, tapi disarankan untuk rute berjalan yang runtut secara historis, terutama karena kawasan ini adalah permukiman aktif tanpa penanda arah di setiap sudut.

Informasi Tiket

Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.

Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *