Air Terjun Randusari

📢Bantu kami menyempurnakan informasi tentang Air Terjun Randusari dengan menjadi kontributor jelajahnegeri.com. Klaim destinasi wisata ini dan tambahkan gambar serta video anda
Air Terjun DI Yogyakarta Tutup

Air terjun setinggi sekitar 15 meter dekat Kebun Buah Mangunan, dinamai dari pohon randu besar di tepi air terjun.

Air Terjun Randusari berlokasi di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul — berdekatan dengan Taman Buah Mangunan, Puncak Becici, dan Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun ini awalnya bernama Air Terjun Banyutibo, namun diubah menjadi Randusari karena ada kesamaan nama dengan air terjun lain. Nama Randusari sendiri diambil dari keberadaan pohon randu besar di tepi air terjun, digabung dengan kata ‘sari’ yang berarti utama dalam bahasa Jawa.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 12-15 meter dengan kedalaman kolam bervariasi 1-3 meter. Suasananya masih sangat alami dengan suara serangga (tongkerat) yang bersahut-sahutan dengan deru air terjun, meski jalan menuju lokasi cukup terjal sehingga pengunjung perlu berhati-hati.

Dekat Kebun Buah Mangunan

Berdekatan dengan Taman Buah Mangunan, Puncak Becici, dan Air Terjun Sri Gethuk — bisa digabung dalam satu rangkaian wisata Dlingo.

Dinamai dari Pohon Randu

Nama Randusari diambil dari keberadaan pohon randu besar yang tumbuh di tepi air terjun.

Suasana Alami dengan Suara Serangga

Suara tongkerat (sejenis serangga) yang bersahut-sahutan menambah kesan alami dan eksotis kawasan ini.

Video

Sejarah

Air Terjun Randusari tidak memiliki catatan sejarah tertulis mengenai tahun penemuan atau peristiwa khusus yang melatarbelakangi terbentuknya kawasan ini. Namun, secara alami air terjun ini terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung dalam waktu sangat panjang akibat aktivitas alam di kawasan perbukitan Dlingo, Bantul.

Kawasan Dlingo merupakan bagian dari bentang alam Pegunungan Sewu bagian barat yang didominasi oleh batuan kapur dan lembah-lembah alami. Aliran air dari kawasan perbukitan kemudian mengalami proses erosi terhadap lapisan batuan secara terus-menerus. Proses pengikisan tersebut membentuk tebing alami dan menciptakan aliran jatuhan air yang kini dikenal sebagai Air Terjun Randusari.

Nama Randusari diyakini berasal dari lingkungan alam sekitar lokasi yang dahulu banyak ditumbuhi pohon randu (kapuk). Kata sari dalam penamaan Jawa sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang dianggap memiliki nilai atau keistimewaan. Sehingga Randusari dapat dimaknai sebagai kawasan yang memiliki keindahan atau nilai alami dari lingkungan sekitarnya.

Sebelum dikembangkan sebagai destinasi wisata, kawasan air terjun ini merupakan bagian dari wilayah pedesaan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber air alami dan kawasan konservasi lingkungan. Keberadaan air terjun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, terutama dalam menjaga kelestarian sumber mata air dan ekosistem sekitar.

Seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap wisata alam di kawasan Dlingo, masyarakat mulai melihat potensi Air Terjun Randusari sebagai destinasi wisata berbasis alam. Pengembangan dilakukan secara bertahap melalui penataan jalur akses, area parkir, fasilitas sederhana, serta promosi wisata oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Kini Air Terjun Randusari menjadi salah satu alternatif wisata alam Bantul yang menawarkan suasana alami, dengan karakter khas berupa air terjun kembar yang mengalir di antara bebatuan dan pepohonan hijau. Keberadaannya menjadi contoh bagaimana potensi alam lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan karakter alami kawasan.

Daya Tarik

Air Terjun Randusari menjadi salah satu alternatif wisata alam Bantul yang menawarkan suasana alami, dengan karakter khas berupa air terjun kembar yang mengalir di antara bebatuan dan pepohonan hijau. Keberadaannya menjadi contoh bagaimana potensi alam lokal dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan karakter alami kawasan

Keunikan

Air Terjun Randusari memiliki beberapa keunikan yang membuatnya berbeda dari air terjun lain di kawasan Bantul, terutama karena karakter alamnya yang masih alami dan suasananya yang tenang.

1. Air Terjun Kembar yang Menjadi Ciri Khas Utama

Keunikan paling menonjol dari Air Terjun Randusari adalah bentuknya yang menyerupai air terjun kembar. Aliran air jatuh dari tebing melalui dua jalur yang berdampingan, dipisahkan oleh batuan alami di bagian atas maupun tengah aliran. Formasi ini menciptakan pemandangan yang menarik dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

Bentuk air terjun seperti ini cukup jarang ditemukan di kawasan wisata air terjun Bantul sehingga menjadi identitas khas Randusari.


2. Suasana Alami yang Masih Asri

Berbeda dengan beberapa destinasi wisata alam yang sudah ramai dikembangkan, Air Terjun Randusari masih menawarkan suasana yang relatif alami. Lokasinya dikelilingi pepohonan hijau, bebatuan alami, dan suara gemericik air yang memberikan pengalaman wisata yang lebih tenang.

Kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin mencari tempat untuk bersantai dan menikmati suasana alam jauh dari keramaian.


3. Kolam Alami dengan Air yang Jernih

Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami yang terbentuk dari aliran air selama proses geologi berlangsung. Airnya yang relatif jernih dan terasa sejuk menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk bermain air atau sekadar merendam kaki.

Kondisi kolam yang tidak terlalu luas justru memberikan kesan lebih privat dan alami dibandingkan kolam wisata buatan.


4. Perpaduan Tebing Batu dan Vegetasi Hijau

Air Terjun Randusari memiliki lanskap khas kawasan perbukitan Dlingo dengan kombinasi:

  • Tebing batu alami
  • Aliran air bertingkat
  • Pepohonan rindang
  • Tanaman liar khas kawasan pedesaan

Perpaduan tersebut menciptakan suasana seperti “permata tersembunyi” (hidden gem) yang masih mempertahankan karakter alamnya.


5. Lokasi yang Mudah Dijangkau Namun Tetap Terasa Tersembunyi

Salah satu daya tarik Randusari adalah keseimbangan antara akses dan pengalaman alam. Pengunjung tidak perlu melakukan trekking panjang seperti beberapa air terjun lain, tetapi tetap mendapatkan sensasi perjalanan menuju lokasi alami melalui jalan setapak dan kawasan pedesaan.

Hal ini menjadikan Randusari cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam tanpa harus melakukan pendakian berat.


6. Potensi Wisata Fotografi Alam

Karakter air terjun kembar, bebatuan alami, dan suasana hijau menjadikan Randusari memiliki banyak spot fotografi menarik, seperti:

  • Foto di depan aliran air terjun
  • Foto refleksi pada kolam alami
  • Foto lanskap pepohonan dan tebing
  • Foto suasana perjalanan menuju air terjun

Waktu terbaik untuk fotografi biasanya pagi hari ketika cahaya matahari masih lembut dan suasana belum ramai.

Lokasi & Akses

📍 Bantul ⛰️ 15 mdpl 🚗 sekitar 1 jam dari pusat Kota Yogyakarta (±20 km)

Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

📍 Buka di Google Maps ↗

Cara Menuju Lokasi

Mobil Pribadi
Dari pusat kota via Jl. Imogiri Timur, melewati simpang Makam Imogiri, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus Mangunan, Puncak Pinus Becici, hingga ke Jatimulyo Dlingo. Direkomendasikan motor karena akses lebih mudah.

Jam Operasional & Tiket

Estimasi Durasi Kunjungan

⏱️ 1-2 jam Sepanjang Tahun
HariJam BukaJam Tutup
Setiap Hari Hari ini 07:00 17:00
KategoriHarga
Tiket Masuk Rp2.000

Biaya Tambahan

  • Parkir Motor — Rp2.000
  • Parkir Mobil — Rp5.000

Fasilitas & Aktivitas

Fasilitas

Area ParkirJalur SetapakgazeboToilet

Aktivitas

FotografitrekkingBermain Air
PasanganSolo TravelerRombongan/Grup

Tips Berkunjung

  • Gunakan motor karena akses jalan lebih mudah dibanding mobil.
  • Sekalian kunjungi Kebun Buah Mangunan, Puncak Becici, dan Air Terjun Sri Gethuk yang berada di kawasan yang sama.
  • Berhati-hati karena jalan menuju lokasi cukup terjal.

Informasi Tiket

Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.

Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *