Grojogan Watu Jonggol

📢Bantu kami menyempurnakan informasi tentang Grojogan Watu Jonggol dengan menjadi kontributor jelajahnegeri.com. Klaim destinasi wisata ini dan tambahkan gambar serta video anda
Air Terjun DI Yogyakarta Tutup 17:00

Air terjun musiman dalam kompleks Desa Wisata Nglinggo, dekat kebun teh dan perbatasan Jogja-Magelang, dengan kolam buatan untuk berenang.

Grojogan Watu Jonggol (disebut juga Curug Watu Jengger) berada di Dusun Nglinggo Barat, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo — berada dalam kompleks Desa Wisata Nglinggo yang juga terkenal dengan kebun tehnya, dekat perbatasan Yogyakarta-Magelang. Lokasinya hanya berjarak sekitar 300 meter dari loket wisata, dengan trekking ringan sekitar 150 meter dari lereng pegunungan Menoreh.

Air terjun ini bersifat musiman — debit airnya melimpah saat musim hujan (terutama Desember-awal tahun) namun bisa kering total saat musim kemarau. Telah dibangun kolam buatan yang tidak terlalu dalam di bawahnya, cukup aman bagi yang tidak pandai berenang, dan beberapa pengunjung memanfaatkannya untuk cliff jumping ringan.

Satu Tiket untuk Tiga Destinasi

Tiket masuk kebun teh Nglinggo juga mencakup akses ke Grojogan Watu Jonggol dan Hutan Mangrove Kulon Progo.

Kolam Buatan untuk Berenang

Dibangun kolam tidak terlalu dalam di bawah air terjun, aman untuk pemula dan bisa dipakai cliff jumping ringan.

Dekat Kebun Teh Nglinggo

Berada dalam satu kompleks Desa Wisata Nglinggo yang juga punya kebun teh dan beberapa puncak bukit untuk sunrise.

Video

Sejarah

Grojogan Watu Jonggol merupakan air terjun alami yang berada di Dusun Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Air terjun ini terletak di kawasan Perbukitan Menoreh yang terkenal akan udara pegunungan yang sejuk, hamparan kebun teh, serta hutan tropis yang masih terjaga.

Berbeda dengan beberapa air terjun populer di Kulon Progo yang telah berkembang menjadi objek wisata massal, Grojogan Watu Jonggol masih mempertahankan suasana alami. Jalur menuju lokasi melewati kebun teh, hutan, dan jalan setapak sehingga memberikan pengalaman wisata yang lebih dekat dengan alam.

Air yang mengalir berasal dari mata air di kawasan Menoreh yang memiliki curah hujan cukup tinggi sepanjang tahun, sehingga alirannya relatif terjaga terutama pada musim penghujan.


Sejarah

Tidak ditemukan catatan sejarah yang menjelaskan kapan Grojogan Watu Jonggol pertama kali ditemukan atau mulai dimanfaatkan sebagai objek wisata. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan publikasi pemerintah daerah, kawasan ini pada awalnya hanya dikenal sebagai lokasi aliran sungai di tengah hutan yang dimanfaatkan warga sekitar.

Seiring berkembangnya wisata alam di kawasan Nglinggo, terutama setelah Kebun Teh Nglinggo mulai dikenal luas, masyarakat kemudian mulai memperkenalkan Grojogan Watu Jonggol sebagai destinasi pendukung. Pengembangannya dilakukan secara bertahap oleh masyarakat bersama pemerintah desa dengan tetap mempertahankan kondisi alami kawasan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memasukkan kawasan Grojogan Watu Jonggol sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata Menoreh, termasuk rencana penataan fasilitas wisata dan area berkemah.


Tinggi Air Terjun

Belum terdapat data resmi mengenai tinggi jatuhan air.

Berdasarkan karakter morfologi lokasi dan dokumentasi visual, air terjun ini memiliki beberapa undakan batu sehingga aliran air tidak jatuh dalam satu kolom vertikal seperti Sri Gethuk atau Kedung Pedut.

Status data: Belum dipublikasikan oleh pengelola maupun instansi pemerintah.


Ketinggian Lokasi

  • Sekitar 800–900 mdpl
  • Berada di lereng Perbukitan Menoreh.
  • Udara relatif sejuk dengan suhu berkisar 20–26°C, tergantung musim dan waktu kunjungan.

Debit Air

Debit air sangat dipengaruhi musim.

Musim hujan

  • Debit meningkat signifikan.
  • Air terlihat lebih deras.
  • Warna air terkadang sedikit keruh akibat material alami yang terbawa dari hulu.

Musim kemarau

  • Debit tetap mengalir.
  • Air menjadi lebih jernih.
  • Cocok untuk fotografi.

Karena berasal dari mata air pegunungan, air tidak mudah mengering meskipun volumenya berkurang saat musim kemarau.


Kedalaman Kolam

Belum ada hasil pengukuran resmi.

Karakter kolam:

  • Terbentuk secara alami.
  • Dasar berupa batu dan kerikil.
  • Kedalaman berubah mengikuti musim.

Oleh karena itu pengunjung disarankan tidak melompat ke kolam tanpa mengetahui kondisi dasar sungai.


Luas Area Wisata

Belum terdapat data resmi mengenai luas kawasan wisata.

Namun area wisata meliputi:

  • area parkir
  • jalur trekking
  • kawasan hutan
  • aliran sungai
  • air terjun
  • beberapa titik istirahat

Rekomendasi Durasi Kunjungan

Agar dapat menikmati kawasan dengan santai, berikut estimasi waktu yang disarankan:

Aktivitas Estimasi Waktu
Trekking menuju air terjun 15–30 menit
Menikmati panorama & berfoto 30–60 menit
Istirahat atau piknik ringan 30–60 menit
Trekking kembali 15–30 menit
Total kunjungan 1,5–3 jam

Tips

Karena lokasinya berada satu kawasan dengan Kebun Teh Nglinggo, Puncak Widosari, dan Tumpeng Menoreh, banyak wisatawan mengalokasikan setengah hari hingga satu hari penuh untuk menjelajahi seluruh destinasi tersebut dalam satu perjalanan. Ini membuat perjalanan ke Grojogan Watu Jonggol lebih efisien dan memberikan pengalaman menikmati keindahan Perbukitan Menoreh secara menyeluruh.

Daya Tarik

  • Air terjun alami di tengah hutan Menoreh.
  • Trekking menyusuri jalur yang masih asri.
  • Dekat dengan Kebun Teh Nglinggo.
  • Suasana tenang.
  • Cocok bagi pecinta wisata alam.
  • Udara pegunungan yang sejuk.
  • Lanskap batuan alami.

Keunikan

Beberapa hal yang membedakan Grojogan Watu Jonggol dari air terjun lain di Kulon Progo adalah:

  • Berada di kawasan wisata kebun teh tertinggi di Kulon Progo.
  • Jalur menuju air terjun menawarkan kombinasi kebun teh, hutan, dan sungai.
  • Belum ramai sehingga suasananya relatif tenang.
  • Lanskap khas Perbukitan Menoreh yang berbeda dengan kawasan karst Gunungkidul.
  • Masih dikelola dengan pendekatan wisata berbasis masyarakat.

Lokasi & Akses

📍 Kulon Progo 🚗 Dari Yogyakarta Jarak: sekitar 40–45 km Waktu tempuh: 1,5–2 jam menggunakan kendaraan pribadi, tergantung kondisi lalu lintas dan rute yang dipilih. Dari Wates (Ibu Kota Kabupaten Kulon Progo) Jarak: sekitar 25–30 km Waktu tempuh: 45–60 menit. Dari Kebun Teh Nglinggo Jarak: sekitar 1–2 km (tergantung titik awal di kawasan wisata) Waktu berkendara: sekitar 5–10 menit menuju area parkir. Dilanjutkan trekking 15–30 menit menuju air terjun. Dari Area Parkir ke Air Terjun Jarak trekking: diperkirakan 700 meter–1,2 km. Waktu berjalan: 15–30 menit. Jalur berupa jalan setapak tanah, anak tangga, dan bebatuan dengan beberapa tanjakan serta turunan. Pada musim hujan jalur dapat menjadi licin sehingga waktu tempuh bisa lebih lama.

84WQ+F74, Nglinggo Barat, Pagerharjo, Kec. Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55673

📍 Buka di Google Maps ↗

Cara Menuju Lokasi

Mobil Pribadi
Pengunjung dapat mencapai area parkir menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Dari area parkir masih diperlukan trekking menuju puncak dengan jalur tanah dan bebatuan yang menanjak. Estimasi trekking: Waktu: 10–20 menit Jarak: sekitar 300–600 meter Kemiringan: sedang Saat musim hujan disarankan menggunakan alas kaki yang memiliki daya cengkeram baik karena jalur dapat menjadi licin.

Jam Operasional & Tiket

Estimasi Durasi Kunjungan

⏱️ 2-3 jam Sepanjang Tahun
HariJam BukaJam Tutup
Setiap Hari Hari ini 08:00 17:00
KategoriHarga
Tiket Masuk Kawasan (kebun teh + air terjun) Rp10.000

Fasilitas & Aktivitas

Fasilitas

Area Parkircamping-groundgazeboMushola / Tempat IbadahSpot FotoToiletWarung Makan / Kuliner

Aktivitas

FotografiTracking murah
KeluargaSolo TravelerRombongan/Grup 🧒 Ramah Anak

Kontak

Pengelola: Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Nglinggo

Tips Berkunjung

  • Datang saat musim hujan (Desember-awal tahun) untuk debit air maksimal — saat kemarau air terjun ini bisa kering total.
  • Lanjutkan kunjungan ke kebun teh Nglinggo atau Air Terjun Sidoharjo yang berdekatan karena satu tiket sudah mencakup beberapa destinasi.
  • Datang di hari biasa (bukan akhir pekan) untuk suasana lebih tenang.

FAQ

Apa itu Grojogan Watu Jonggol?

Grojogan Watu Jonggol merupakan air terjun alami yang berada di Dusun Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Air terjun ini berada di kawasan Perbukitan Menoreh yang terkenal dengan udara sejuk dan pemandangan alamnya.

Di mana lokasi Grojogan Watu Jonggol?

Grojogan Watu Jonggol berlokasi di Dusun Nglinggo, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Lokasinya berada tidak jauh dari Kebun Teh Nglinggo sehingga keduanya sering dikunjungi dalam satu perjalanan wisata.

Bagaimana cara menuju Grojogan Watu Jonggol?

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi hingga area parkir. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalur trekking sekitar 15–30 menit melalui jalan setapak, kebun, dan kawasan hutan.

Berapa harga tiket masuk Grojogan Watu Jonggol?

Belum ada tarif tiket khusus yang dipublikasikan secara resmi. Pengunjung umumnya hanya membayar biaya masuk kawasan wisata atau retribusi yang berlaku serta biaya parkir kendaraan.

Jam berapa Grojogan Watu Jonggol buka?

Kawasan wisata umumnya dapat dikunjungi setiap hari. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara pukul 08.00–16.30 WIB, terutama saat kondisi cuaca cerah.

Berapa tinggi Grojogan Watu Jonggol?

Hingga saat ini belum terdapat data resmi yang menyebutkan tinggi jatuhan air Grojogan Watu Jonggol. Air terjun ini memiliki karakter bertingkat mengikuti kontur batuan alami di lereng Perbukitan Menoreh.

Berada di ketinggian berapa Grojogan Watu Jonggol?

Lokasi Grojogan Watu Jonggol berada pada kisaran 800–900 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga memiliki udara yang sejuk dengan panorama khas pegunungan.

Apakah harus trekking untuk mencapai air terjun?

Ya. Dari area parkir pengunjung masih perlu berjalan kaki sekitar 15–30 menit melalui jalur trekking dengan tingkat kesulitan sedang.

Apakah jalurnya sulit?

Jalur menuju air terjun tergolong sedang. Terdapat tanjakan, turunan, jalan tanah, dan beberapa bagian berbatu. Saat musim hujan jalur bisa menjadi licin sehingga disarankan menggunakan sepatu yang sesuai.

Apakah Grojogan Watu Jonggol cocok untuk anak-anak?

Bisa dikunjungi bersama keluarga, namun anak-anak perlu didampingi karena terdapat jalur menurun dan bebatuan di sekitar sungai.

Informasi Tiket

Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.

Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *