Lembah unik dengan fenomena matahari terlambat, jejak Bengawan Solo Purba, dan desa berfasad bata merah.
Dusun Wota Wati di Desa Wisata Pucung Dewi Purbo menawarkan suasana unik yang jarang ditemukan di tempat lain. Kawasan ini berada di lembah sehingga sinar matahari terasa datang terlambat dan tenggelam lebih cepat, dikelilingi kawasan Geopark Gunungsewu, hutan rakyat yang asri, serta lembah Kampung Sungai Bengawan Solo Purba.
Desa ini juga memiliki potensi wisata budaya kuat seperti tradisi Rasulan atau Bersih Desa, Gumbregan, Wiwitan Padi, Ngirim Padi, hingga Ruwatan. Keindahan Wota Wati semakin menonjol setelah dilakukan penataan kawasan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) sekitar Rp5 miliar sejak 2024, dengan hampir semua rumah kini memiliki fasad bata merah yang khas.
Lembah Matahari Terlambat
Fenomena unik di mana sinar matahari datang terlambat dan tenggelam lebih cepat karena posisi desa yang berada di lembah.
Jejak Bengawan Solo Purba
Lembah yang menjadi bagian dari jejak aliran Sungai Bengawan Solo purba, kini menjadi kawasan Geopark Gunungsewu.
Desa Berfasad Bata Merah
Hasil penataan kawasan dengan Dana Keistimewaan sejak 2024, hampir semua rumah memiliki fasad bata merah khas.
Sejarah
Wota Wati ditata ulang menggunakan Dana Keistimewaan (Danais) senilai sekitar Rp5 miliar sejak 2024, mengangkat identitas visual desa sekaligus melestarikan tradisi Rasulan, Gumbregan, dan Ruwatan yang sudah berjalan lama.
Daya Tarik
Fenomena cahaya matahari yang unik akibat posisi lembah, dipadukan estetika visual desa yang konsisten berkat penataan Danais.
Keunikan
Satu dari sedikit desa di DIY yang ditata khusus menggunakan Dana Keistimewaan untuk membentuk identitas visual seragam (fasad bata merah).
Lokasi & Akses
Dusun Wota Wati, Desa Pucung, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 08:00 | 16:00 |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Tiket Masuk | Rp0 |
Fasilitas & Aktivitas
🌱 Profil Desa Wisata
Daya Tarik Utama: Lembah Bengawan Solo Purba, Kawasan karst Gunung Sewu
Tips Berkunjung
- ✅Datang sekitar tengah hari karena fenomena matahari terlambat membuat pagi dan sore di lembah ini lebih singkat dari biasanya.
- ✅Tanyakan jadwal tradisi Rasulan atau Ruwatan jika ingin menyaksikan upacara adat.
FAQ
Mengapa disebut lembah matahari terlambat?
Karena posisi geografis lembah Wota Wati menyebabkan sinar matahari pagi datang lebih lambat dan matahari sore tenggelam lebih cepat dibanding daerah sekitarnya.
Sumber Referensi
Destinasi Terdekat
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.