Candi Buddha bernama 'lumbung' karena bentuknya yang dahulu menyerupai tempat penyimpanan padi, kini masih berupa reruntuhan.
Candi Lumbung berlokasi di kawasan Prambanan, tepatnya di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Nama ‘Lumbung’ berasal dari sebutan masyarakat sekitar karena bentuk bangunannya yang dahulu menyerupai lumbung — bangunan tradisional tempat menyimpan padi.
Candi bercorak Buddha ini diperkirakan didirikan sekitar abad ke-9 hingga ke-10 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Berbeda dari Candi Bubrah yang sudah dipugar penuh, candi utama Lumbung saat ini masih berupa reruntuhan, meski beberapa candi perwara di sekitarnya tetap dapat diamati.
Sejarah
Diperkirakan didirikan sekitar abad ke-9 hingga ke-10 pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Nama ‘Lumbung’ berasal dari bentuk bangunan yang dahulu menyerupai lumbung padi tradisional.
Daya Tarik
Sisa reruntuhan candi utama dengan beberapa candi perwara di sekitarnya, menjadi pelengkap jalur jelajah kawasan Prambanan-Sewu.
Keunikan
Penamaannya yang unik berdasarkan kemiripan bentuk dengan bangunan tradisional penyimpanan padi.
Lokasi & Akses
Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
Cara Menuju Lokasi
Jam Operasional & Tiket
Estimasi Durasi Kunjungan
| Hari | Jam Buka | Jam Tutup |
|---|---|---|
| Setiap Hari Hari ini | 06:30 | 17:00 |
| Kategori | Harga |
|---|---|
| Termasuk dalam kawasan Taman Wisata Prambanan/Sewu | Rp10.000 |
Fasilitas & Aktivitas
Fasilitas
Aktivitas
🏛️ Cagar Budaya & Sejarah
Sumber Referensi
Destinasi Terdekat
Informasi Tiket
Saat ini jelajahnegeri.com belum melayani pembelian tiket online. Harga yang tercantum di atas hanya bersifat informasi.
Kontak admin belum tersedia untuk destinasi ini.